Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Recent Tube

POLITIK

NASIONAL

DUNIA

DAERAH

Sports

GALLERY

stay at home cuma itu yang pemerintah minta dari kita jadi mari sama2 kita ikuti dari pada ending hidupnya seperti ini.

IWAN BULE PIMPIN PSSI

Komjen (Pol) DR. M. Iriawan, SH, MH yang biasa disapa Bang Iwan Bule terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PSSI periode 2019 - 2023, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Sabtu (2/11) di hotel Shangrila, Jakarta.
Bang Iwan Bule sejaj awal merupakan calon terkuat dengan tingkat kapabilitas dan kredibilitas tertinggi. Dengan latar belakang pengalaman dan karier yang panjang, tidak ada yang meragukan kemampuannya. Dia pernah menjabat Kapolda Nusa Tenggara Barat, Kapolda Jawa Barat dan Kapolda Metro Jaya. Pernah menjadi Plt Gubernur Jabar dan sekarang menjabat Sekretaris Utama Lemhanas.
Dengan deretan perjalanan karier lengkap seperti ini diharapkan Bang Iwan Bule dapat membenahi aneka persoalan internal PSSI. Sekaligus melakukan program utama terkait percepatan pembangunan persepakbolaan nasional sesuai Inpres no. 3 tahun 2019.
Seluruh masyarakat Indonesia menaruh harapan besar di pundak Bang Iwan Bule. Terutama untuk tiga hal: membenahi organisasi PSSI secara besar-besaran, membenahi sistem & program kompetisi guna nenghasilkan pemain-pemain terbaik untuk timnas dan menyiapkan timnas terbaik untuk berbagai ajang internasional. Karena tiga hal ini merupakan persoalan terbesar yang dihadapi PSSI setidaknya dalam tiga dekade terakhir. Selamat bekerja Bang Iwan Bule. (Tommy Rusihan Arief/Mantan Direktur Media & IT PSSI)

Skip to content MenuHomepage /SenayanDalam Kabinet Jokowi, Empat Kementerian BerubahIkuti Kami2 Jam LaluOlehJhonDalam Kabinet Jokowi, Empat Kementerian BerubahJhon-Senayan-61 ViewsJakarta, b – oneindonesia — Ketua DPR Puan Maharani menyebut setidaknya ada empat nomenklatur kementerian yang akan berubah di bawah kepemimpinan presiden Joko Widodo di periode kedua ini.Hal itu ia sampaikan usai para pimpinan DPR bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/10).Salah satunya, Puan menyebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) nantinya akan bernama Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbuddikti).“Contohnya seperti misalnya Kemendikbud itu Dikti-nya itu akan bersama dengan Dikti,” kata Puan di Kompleks MPR/DPR, Jakarta.Kedua, Puan menyatakan nantinya Jokowi akan membentuk Badan Riset dan Teknologi. Awalnya, Riset dan Teknologi dilebur dalam Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kementistekdikti) di periode pertama pemerintahan Jokowi.Ketiga, Puan menjelaskan nantinya Kementerian Koordinator Bidang Maritim akan berubah menjadi Kemenko Maritim dan Investasi.Terakhir, Badan  Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan dilebur Kementerian Pariwisata menjadi Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata.“Yang satunya itu Bekraf itu akan bergabung dengan [kementerian] Pariwisata,” kata Puan.Selain itu, Mantan Menko Pendayagunaan Manusia dan Kebudayaan itu memastikan tidak akan ada perubahan nomenklatur besar-besaran di masa jabatan kedua Jokowi. Jokowi, kata dia, tak akan ada kementerian yang dibubarkan.Puan itu berharap nantinya DPR bisa segera bekerja sama dengan para menteri yang akan menjabat di kementerian/lembaga secepatnya .“Jadi harapannya adalah kerja sama antara DPR dengan pemerintah itu setelah nanti diumumkan dan dilantik menteri-menterinya bisa langsung bekerja sama,” kata Puan.Navigasi posPos sebelumnyaGeneral Motor akan Menutup Bisnis Mereka di IndonesiaPos berikutnyaJokowi Tiba di Kota Palu Tinjau Pembangunan Hunian Tetap Korban GempaJangan LewatkanKetua Komisi III DPR RI Herman Herry Hari ini Dilantik PuanKomisi 1 DPR RI Dipimpin Meutya Hafid Mitra Dephan PrabowoKetua DPR Puan Maharani Harapkan Pemuda Harus Relevan Dalam Segala ZamanKetua MPR Bamsoet Terima Penghargaan Yanda Satya Pemuda PancasilaKomentarNews FeedKetua Komisi III DPR RI Herman Herry Hari ini Dilantik PuanKomisi 1 DPR RI Dipimpin Meutya Hafid Mitra Dephan PrabowoKetua DPR Puan Maharani Harapkan Pemuda Harus Relevan Dalam Segala ZamanKetua MPR Bamsoet Terima Penghargaan Yanda Satya Pemuda PancasilaMPR RI Adakan Diskusi Tentang Makna Hari Sumpah PemudaBOI TVKeterangan Pers Presiden RI, Jayapura, 28 Oktober 2019Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Youtefa, Jayapura, 28 Oktober 2019Pertemuan dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Adat Wamena, Jayawijay…Presiden Jokowi Tinjau Kantor Bupati dan Pasar Wouma, Jayawijaya, 28 Oktober 201…Saat Presiden Jokowi Nikmati Senja di Kaimana, Papua Barat, 27 Oktober 2019Presiden Jokowi Mengunjungi Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, 27 Oktober …Presiden Jokowi Membuka Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila, Jakarta, 26 Oktober…Presiden Jokowi Ungkap Alasannya Memilih Para Menteri Kabinet Indonesia Maju, 24…Pengenalan Para Calon Anggota Kabinet Indonesia Maju 2019 2024, Istana Merdeka, …Pidato Presiden RI pada Acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 202…Cari untuk:ISTANAJokowi Tiba di Kota Palu Tinjau Pembangunan Hunian Tetap Korban GempaPresiden Jokowi Minta Warga Selalu Siaga Antisipasi BencanaPresiden Jokowi Kunjungi Korban Gempa di MalukuPresiden Jokowi sebut Beberapa Pejabat Eselon I dan II Putra PapuaPresiden Jokowi Akan Bangun Istana Kepresidenan di PapuaOlahraga

A.Zakir Mando, Siap Maju 01 Halbat

Wakil Bupati Halmahera Barat Ahmad Zakir Mando, akhirnya menyatakan diri siap maju bertarung di pilihan Kepala Daerah Kabupaten Halmahera Barat.
Putra asli Susupu itu mengaku sudah mengantongi rekomendasi dua partai besar, Golkar, dan Demokrat. 

Maluku Utara Boleh Bangga

Satu Pemain PPLP Maluku Utara Terjaring Timnas PSSI

CATATAN HARI KESEMBILAN BELAS

Saya terenyuh menyaksikan pidato pengunduran diri PM Inggris Raya Theresa May. PM perempuan kedua dalam sejarah negara Ratu Elizabeth itu menyampaikan pidatonya dengan runut dan tegar, meski ada momen di mana pecah juga pertahanan dirinya.

https://www.google.com/amp/s/amp.cnn.com/cnn/europe/live-news/theresa-may-resignation-announcement-0524-gbr-intl/index.html

Kemunduran Theresa May ini dilakukan tanpa adanya desakan mundur dari masyarakat Inggris Raya. Tidak ada demo besar apalagi sampai memakan korban yang menuntut beliau lengser keprabon.
Theresa May memutuskan untuk meletakkan jabatannya atas kesadarannya sendiri. Kesadaran bahwa dirinya sebagai pemimpin pemerintahan tidak berhasil mewujudkan aspirasi masyarakat Inggris Raya untuk keluar dari Uni Eropa. Sejak referendum Brexit pertama tahun 2016 lalu, tenggat waktu pelaksanaan Brexit sudah beberapa kali mengalami pengunduran. Tenggat terakhir yang disepakati adalah Oktober 2019. Apakah akan terwujud, mari kita tunggu.

Brexit diputuskan setelah 51,9% rakyat menyatakan ingin keluar dari Uni Eropa. Mayoritas yang tipis, sama sekali jauh dari "landslide majority". Tapi namanya demokrasi ya begitu. "50% + 1 suara" sudah dianggap mayoritas.

Saya tidak terlalu mengikuti setiap detil perkembangan Brexit ini, selain pelaksanaannya yang maju mundur syantik. Memang banyak ketidakpuasan di masyarakat Inggris Raya akan kepemimpinan PM-nya, tapi setahu saya tidak ada yang sampai ingin memakzulkan beliau.

Dalam pidatonya tadi, May menyampaikan berbagai kemajuan dan keberhasilan yang dicapai pemerintahan Konservatif yang dipimpinnya. Tapi May juga menyebutkan kegagalannya membawa Inggris Raya keluar dari Uni Eropa. Ia akan mundur secara efektif tanggal 6 Juni 2019 nanti. Dan berharap PM penggantinya bisa mewujudkan mandat rakyat yang tertuang dalam Brexit.

Saya tidak ingin berpanjang lebar lagi mengenai pidato pengunduran diri May.

Yang saya soroti dan kagumi adalah kebesaran hatinya sebagai seorang pemimpin negara untuk mengakui bahwa ia telah GAGAL meski banyak juga pencapaian positif pemerintahannya.
Ketidakberhasilannya memenuhi janji, mewujudkan aspirasi rakyat, meski dengan mayoritas tipis sekalipun, membuatnya memutuskan untuk mundur. Tidak ada rasa malu atau kalah. Yang dia rasakan adalah kesedihan akan ketidakmampuannya mengemban amanah rakyat.
Dibutuhkan keberanian luar biasa bagi seorang pemimpin untuk mengakui bahwa ia telah gagal. Bahwa ia merasa tidak pantas lagi membawa perubahan dan memimpin negara ke arah kemajuan yang diharapkan bersama.

Saya juga teringat berapa banyak menteri dan bahkan PM di Jepang dan negara-negara maju lainnya yang dengan legowo dan ksatria mengundurkan diri dari jabatan karena merasa gagal.

Tapi tidak sedikit pula kepala pemerintahan yang harus dipaksa untuk mundur oleh rakyatnya. Baik melalui proses pemakzulan oleh wakil rakyat, kudeta militer, hingga people power atau kekuatan rakyat. Banyak contohnya. Kita cukup meneladaninya.

Bagaimana dengan negeri tercinta Indonesia? Kita pernah punya pemimpin yang jatuh karena "kudeta" yang dilegitimasi melalui Supersemar. Kita juga pernah mengalami pemerintah Orde Baru yang tumbang karena people power. Kita pernah punya presiden yang laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR sehingga harus meletakkan jabatan.

Kita pernah, dan sedang, memiliki pemimpin yang dipilih oleh mayoritas tipis masyarakat Indonesia. Pemimpin yang sepanjang lima tahun pemerintahannya selalu gaduh dan membuat rakyat begitu terpecah-belah. Pemimpin yang banyak ingkar janji dan partai pendukungnya terbukti paling korup tapi anehnya mendapat raihan suara terbanyak.

Kita sedang menjalankan takdir hidup di bawah pemimpin yang tidak cakap memimpin negara. Yang lebih banyak menghindar ketika ditanya wartawan atau disambangi rakyatnya. Beliau yang tidak percaya diri berdiri di antara para pemimpin di forum-forum internasional. Pemimpin yang para mentrinya seperti mengambil alih banyak peran kepala pemerintahan. Pemimpin yang clueless, speechless, dan lebih banyak menunggu laporan karena ia adalah semata petugas partai.
Pemimpin yang kemenangannya kali ini dinodai dengan jatuhnya ratusan korban jiwa demi melaksanakan pesta demokrasi. Pemimpin yang di bawah perhatiannya, pelaksanaan Pemilu dilaksanakan dengan begitu banyak kecurangan.
Pemimpin yang tidak mengayomi seluruh rakyat, melainkan hanya rakyat yang memilih dan mau menundukkan badan di hadapannya saja.

Apakah pemimpin seperti ini masih menganggap dirinya berhasil? Apakah pemimpin seperti ini pernah berpikir untuk meletakkan jabatan karena ia tak sanggup mengemban amanah?

Hanya Tuhan dan sang pemimpin yang tahu jawabannya. Kita rakyat djelata ini hanya bisa patuh dan taat sesuai peraturan hukum. Karena rakyat pernah diancam, kalau tidak ingin berurusan dengan polisi, jangan macam-macam.
Ini pemerintah yang kita punya sekarang.

***

#CatatanRamadhanIcha2019

PSSI Beri Rekomendasi Pelaksanaan Liga Sepak Bola Berjenjang Piala Menpora 2018

JAKARTA - Penyelenggaraan Liga Pelajar U-16 (LPU16) Piala Menpora 2018 telah mendapat rekomendasi dari PSSI. Hal ini seperti tertuang dalam surat rekomendasi yang diterbitkan PSSI dengan nomor 1858/UDN/951/IV-2018.



Surat yang dirilis PSSI pada Senin 30 April 2018 itu ditandangani Sekjen PSSI Ratu Tisha. LPU-16 merupakan bagian dari rekomendasi yang diberikan PSSI untuk pelaksanaan Liga Sepak Bola Berjenjang Piala Menpora 2018 yang diselenggarakan Kemenpora RI.



Dalam Liga Sepak Bola Berjenjang Piala Menpora 2018 ini terdapat U-12, U-14, U-16, U-18 (Liga Santri Nusantara), dan U-21 (Liga Mahasiswa). "Diharapkan penyelenggara berkoordinasi dengan Asprov PSSI terkait untuk pelaksanaannya," begitu petikan bunyi salah satu isi dalam surat rekomendasi dari PSSI.



Induk sepak bola di Indonesia itu juga meminta para operator kompetisi dan tim peserta di Liga Sepak Bola Berjenjang Piala Menpora 2018 bisa bekerja dengan baik. "Menjaga dan menjunjung tinggi asas Fair Play dalam setiap pertandingan," begitu harapan PSSI.



Pada akhir April ini sudah berlangsung penyisihan seri region di LPU16. Daerah yang sudah mulai menggelar LPU16 seperti di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Musi Rawas Utara, dan beberapa daerah lainnya di Jawa Timur.



Direktur Manajemen Kompetisi selaku operator LPU16 M. Kusnaeni atau Bung Kus, mengucapkan terima kasih atas diterbitkannya rekomendasi pelaksanaan dari PSSI.

"Surat rekomendasi ini akan menjadi pegangan para panitia penyelenggara, mulai pusat sampai daerah untuk berkoordinasi dengan Asprov, Askab, maupun Askot PSSI di daerah," kata Bung Kus.*